February 14, 2007

.: sepenggalah sifat ujub :.

Posted in oase at 6:24 am by budiiiiiiiii

kaligrafi3.jpg

Seseorang mungkin sdh bs menghindarkan diri dari sifat riya’. Misalnya dia begitu rajin beribadah, beramal, tahajud tengah malam dan shaum Senin Kamis tanpa hrs diketahui org lain, yakni dgn sembunyi2.

Ttp kemudian munculah sifat ujub (bangga diri) dgn bisikan kata, seumpama “tdk ada org sehebat aku, tengah mlm begini bertahajud”. Atau berucap “daripada menonton sepakbola ditv mending beribadah”. Pertama dgn berbuat spt itu dia sdh jatuh pada sikap “ujub” yakni merasa paling hebat. Kedua, dia menjelek2an org yg nonton sepak bola. Ada sebuah cerita ttg pengalaman Arifin Ilham …

Dia, pak Kiainya, bersama santri2 lain sama2 makan sahur Senin&Kamis, shaum sunnah. Siang hari jam 9 dtg wali santri dgn membawa makanan. Ketika wali santri menghidangkan makanan td, dia bilang bersama tmn2 santrinya ” maaf bapak, kami semua sedang dalam keadaan shaum”. Dengan rasa bangganya waktu itu bs shaum.

Begitu pak Kiai kluar dari kamar dan makanan dihidangkan, beliau tdk ngomong apa2 dan jg tdk melakukan sesuatu apapun, langsung dimakannya makanan itu, dan mereka diam semua. Selesai wali santri pulang, dia Tanya pada pak Kiai “Ayahanda td makan krn mengamalkan sunnah Nabi ya?” Mungkin krn menghormati tamu itu wajib, dan oleh karena itu akan mendapatkan 2 pahala, pahala shaum dan pahala menghormati tamu. ” Bukan” jwb beliau. Beliau sengaja mkn supaya wali santri tdk tahu beliau dlm keadaan puasa. Maksud pak Kiai ada kekhawatiran timbulnya sifat ujub itu sehingga puasanya sia2 atau sama sekali sama dengan tdk berpuasa. Atau minimal niat suci dan benar yg dilakukan sdh dinilai ibadah walaupun puasanya gagal di tengah jalan.

Kita harus waspada thd lereng2 curam yg berbahaya di sekeliling kt yang senantiasa menceburkan kt yaitu sifat ujub sbg perwujudan perangkap syaitan.

Sebnarnya kalau kt membuat garis hidup ini, maka hanya ada dua jalan; yaitu jln Allah dan jalan iblis. Karena itu kt diperintah untul berdzikir pada Allah, karena dgn berdzikir pdNya kt akan selalu dibimbing , ditolong, dan diselamatkan olehNya…..

2 Comments »

  1. Suprapto said,

    Ass. wr. wb.
    Maha suci Allah, memang kami akui kadangkala pemikiran seperti itu datang pada hati kami, kadang-kadang kita sudah merasa ibadah kita sangat baik dan tekun seolah-olah sudah pasti diterima oleh Allah, ada rasa bangga diri. Kami tertegun seteleh membaca posting diatas, lalu pertanyaan kami bagaiman caranya kita menghilangkan rasa ujub tersebut ? kami sudah berusaha ibadah hanya untuk Allah tanpa adanya rasa yang lain. Tks.
    Wassalamu ‘alaikum wr. wb.

  2. Imamsy1408 said,

    Memang postingan diatas menyentuh dan memberi kesan, spirit , menggugah hati untuk benar-benar ikhlas dalam beramal, jangan merasa bahwa amal yang kita lakukan sudah baik dan benar, padahal belum tentu tepat sesuai dengan sunnah Rasul. Akan tetapi sayang, kisah tersebut hanya sebuah ceritera biasa bukan “true story” kejadian yang tercatat dalam hadits Rasul.
    Alangkah baiknya kalau seandainya yang dikisahkan adalah sebuah sunnah atau kebiasaan Rasul, minimal yang pernah dilakukan Khulafaurrasyidin. sehingga umat Islam yang kebetulan membaca kisah tersebut tidak takut salah untuk menirunya.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: