April 3, 2006

pilih mana..??

Posted in corat-coret at 9:32 am by budiiiiiiiii

seorang teman tiba2 curhat sama aku. sebut saja namanya Umi, seorang mahasiswi semester akhir di sebuah perguruan tinggi negeri di bandung. beberapa bulan terakhir dia sedang menjalani ta'aruf dengan seorang laki-laki yg berdomisili di daerah Riau. satu hal yang sempat membuatku agak kaget, ternyata laki2 itu sudah berstatus duda dengan 2 orang anak. hmmm, memang buat beberapa orang gadis status seperti itu bs jd sbuah "lampu merah" buat mrk. namun tidak demikian dengan Umi, dia bs ikhlas menerima laki2 tersebut, krn dia berpikir..' yah,mungkin inilah jodohku'. walaupun awalnya dia smpat kaget dan menangis sejadi-jadinya ketika pertama kali laki2 trsebut menceritakan keadaan yg sesungguhnya. Tp Alhamdulillah lambat laun Umi bs menerimanya, dan beberapa bulan lg mrk brencana untuk menikah. Nah,masalah mulai muncul ketika Umi menceritakan niat baik mrk kepada orang tuanya. Ternyata orang tua Umi tdk ridlo sm skali, bahkan Umi tdk akan lg dianggap anak kl smp brani menikah sm laki2 td. hhhmmm…berat memang, tp kl smua jalan negosiasi sudah ditempuh dan tetep mentok.., siapa yg harus kita pilih???? orang tua, dengan konsekuensi kita harus menunda niat untuk menikah, atau bahkan akan sedikit streess. atau kita memilih tetep nikah sm laki2 itu walaupun mungkin cap sbagai anak durhaka akan menempel di muka kita??? tp kl aku sih tetep pilih orang tua,buat aku mrk sgala-galanya deeehhh…

8 Comments »

  1. ifa said,

    wah…. bingung juga ya.. klo kata saya, sepertinya harus ada pihak ke tiga yang bisa menjembatani antara pendapat dan keinginan umi dan orangtuanya.dan kalau sampai salah pendapat dari orang tuanya, harus ada yang bisa meluruskan kekeliruan itu… Mungkin perlu dicari tau kenapa orang tuanya engga setuju. Mungkin yang lebih baik itu shalat istikharah dulu, sampai umi dapat jawaban yang seyakin2nya.

  2. lia said,

    Dulu waktu usiaku 19 th, aku pernah punya rasa tertarik dengan pria beranak tiga (sayangnya masih beristri). meski ga kesampean. intinya mungkin ada hal positif yg menarik hati si gadis “LOVE IS BLIND sometimes”. Istikhoroh-in itu pasti..dan Allah maha adil, Dia maha tau mana yang betul2 durhaka/tidak,minta bantuan fihak ketiga juga bijak,ikutin kata hati dgn petunjukNya, banyak do’a goooo fight for love (tq dah mampir ke blog aku…)

  3. x2nie said,

    top! klu ga’ gar2a ortu gue dah punya anak satu, kaleee? iya, sih untungnya…. pokoké ortu musti didengerin lah, (meski awalnya keliatan ortu =enggak realistis) sbab mereka tuh radarnya lebih tinggi.
    😐

  4. ida said,

    Assalamu’alaikum……apa kabar Budi? Hmm…masalah jodoh memang sering bikin kita bingung apalagi hubungannya ama ortu, memang sih kadang ortu kurang suka kalo anaknya dapet duda/janda tp coba deh dibicarakan baik2, duduk bersama dgn hati yg adem & tenang dan disitu Umi bisa menjelaskan alasan2 dia memilih sang Duda + sebab kedudaan itu & juga dengarkan alasan2 ortu kenapa tidak “sreg”, Insya Allah akan ada jalan keluarnya, jgn lupa sholat istikharah & mohon petunjuk pada Allah:)

  5. dsea said,

    assalamulaikum kaif hal mas?😛

  6. me said,

    hmm…pilihan yg benar2 berat..
    but,salut tuk umi..benar2 ikhlas yah..
    tp,harus diingat..kita menikah dgn tujuan tidak hanya mbahagiakan diri sendiri,tp juga ortu..
    kapan lagi bisa mbahagiakan ortu,aplagi salahsatu hari bersejarah dlm hidup kita..
    inget lho,ridho ortu,ridho ALLAH juga kan..?..masa mo memulai suatu lembaran baru tanpa ridho ALLAH..?
    hmm,dah istkharoh kan mba umi..?insyaALLAH akan ada jalan tbaik dr semua ini..ga mungkin kan ortu mnolak tuk kbaikan anaknya,ortu pasti mnginginkan yg tbaik tuk setiap buah hatinya..okeh m’umi..ttp istikharoh yah..

  7. iNuNg said,

    ehm … dari komen2 diatas udah jelas kan, semua punya kesimpulan yg sama, dalam tanda kutip “istikhoroh” i think it’s d best choice.

    orang tua mana sih yang ndak mau anaknya seneng, yang ndak mau dapetin sesuatu yang berharga buat buah hatinya, jujur … ndak ada!!! semua ortu tuh punya keinginan sama, bahkan nyawa pun bisa jadi taruhannya hanya tuk memberikan yg de best buat si buah hati.

    Ridhollohi fii ridhol waalidaini (Ridho/restu Allah itu ada pada ridho/restu orang tua)

    klo baiknya berbicara ama ortu umi tus dapetin solusi, it’s okay. klo solusinya musti ndak nikah ama si duda, ya anggep aja itu belum jodonya umi (toh jodoh itu dah ada yg ngatur, tanpa dicari pun pasti dateng ndiri, just ask to the time, wait and patient). dan klo emang jodoh, pasti deh jadi meski awalnya ortu ndak sreg.

    jadi selain istikhoroh, musyawaroh ama ortu itu baek, ndak harus maksaka kehendak tuk dapetin si jantung hati.

  8. ikhtiar said,

    Assalamu’alaikum wr. wb.

    Ana punya pertanyaan, mudah-mudahan teman-teman bisa membantu mencari solusinya.
    bagaimana kalo laki-laki menikah tanpa ridho orang tuanya, karena orang tuanya melarang pernikahan lain suku?. Syahkah pernikahannya? bolehkah itu?

    atas batuannya, saya ucapkan terima kasih. Jazakumullah khiran katsira.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: